MENGENAL LEBIH LANJUT CARA PENGUKURAN TRANSFORMATOR

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya mengenai jenis pengukuran transformator berikut merupakan jenis-jenis pengukuran transformator lainnya.

1. Vector Group

Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal trafo positif atau negatif. Standar dari notasi yang dipakai adalah addictive dan subtractive. Gulungan dapat dihubungkan sebagai delta, bintang, atau saling berhubungan-Bintang (zigzag). Winding polaritas juga penting, karena membalikkan koneksi di satu set gulungan mempengaruhi fase-pergeseran antara primer dan sekunder. Untuk menentukan polaritas transformator, dapat dilihat dari hasil pengujian dimana hasil yang diperoleh hanya ada kemungkinan, sesuai dengan jenis polaritas transformator. Dalam hal ini untuk menentukan polaritas transformator tersebut adalah :

Apabila Voltmeter V’ > V ( ggl induksi saling menjumlahkan ), maka disebut
polaritas penjumlahan (additive).
Apabila Voltmeter V’ < V ( ggl induksi saling mengurangi ), maka disebut
polaritas pengurangan (subtractive).

Vektor tegangan primer dan sekunder suatu transformator dapat dibuat searah atau berlawanan dengan mengubah cara melilit kumparan. Untuk transformator tiga phasa, arah tegangan akan menimbulkan perbedaan phasa, arah dan besar perbedaan phasa tersebut akan mengakibatkan adanya berbagai macam kelompok hubungan pada transformator tersebut.
Dalam menentukan kelompok hubungan diambil beberapa patokan, yaitu :
Notasi untuk hubungan delta, bintang dan hubungan zigzag masing-masing adalah D, Y, Z untuk sisi tegangan tinggi dan d, y, z untuk sisi tegangan rendah. Untuk urutan phasa U, V, W untuk tegangan tinggi dan u, v, w untuk tegangan rendah. Tegangan sisi primer dianggap sebagai tegangan tinggi dan tegangan sisi sekunder tegangan rendah. Angka jam menyatakan bagaimana letak sisi kumparan tegangan tinggi terhadap tegangan rendah. Jarum jam panjang dibuat selalu menunjuk angka 12 dan dibuat berimpit (dicocokkan) dengan vector phasa VL tegangan tinggi line to line.
Bergantung pada perbedaan phasanya, vector phasa tegangan rendah (u, v, w) dapat dilukiskan, letak vector phasa vl tegangan rendah line to line menunjukkan arah jarum pendek. Sudut antara jarum jam panjang dan pendek adalah pergeseran vektor phasa V dan v.

2. Tan Delta Test

Isolasi trafo merupakan bagian yang kritis pada trafo tenaga, pemburukan atau kegagalan isolasi dapat menyebabkan kegagalan operasi atau bahkan kerusakan trafo. Salah satu metode untuk mengetahui kondisi isolasi adalah dengan melakukan pengujian tangen delta. Tan delta atau sering disebut Loss Angle atau pengujian faktor disipasi adalah metoda diagnostik secara elektikal untuk mengetahui kondisi isolasi. Jika isolasi bebas dari defect, maka isolasi tersebut akan bersifat kapasitif sempurna seperti halnya sebuah isolator yang berada diantara dua elektroda pada sebuah kapasitor.

3. Short Circuit & Impedance Test

Pengujian hubung singkat (short circuit) dilakukan pada trafo untuk dapat mengetahui kemampuan trafo terhadap tekanan elektrik dan mekanik yang disebabkan oleh hubung singkat pada bagian beban. Hubung singkat yang dimaksud dapat meliputi hubung singkat satu fase ke tanah, fase – fase, tiga fase, dan double fase ke tanah. Kejadian hubung singkat dapat membentuk arus simetri dan arus asimetri pada trafo. Prosentase impedansi dari sebuah trafo ialah voltage drop pada keadaan full load yang disebabkan resistansi kumparan dan reaktansi bocor yang digambarkan sebagai persentase dari tegangan rating selain itu juga menggambarkan persentase tegangan nominal terminal untuk melayani arus full load selama kondisi short circuit. Impedansi diukur dengan uji short circuit. Ketika salah satu kumparan dihubungfungsikan tegangan pada kumparan yang satunya cukup untuk mensirkulasikan arus full load. Deviasi antara impedansi pengukuran dan impedansi yang tertera pada nameplate tidak boleh lebih dari 10%.

4. SFRA (Sweep Frequency Response Analyzer)

SFRA adalah suatu peralatan yang dapat memberikan informasi tentang adanya pergeseran pada inti dan belitan suatu transformator. Dengan melakukan pengujian, dapat diketahui bagaimana suatu belitan memberikan sinyal bertegangan rendah dalam berbagai variasi frekuensi. Sebuah transformator adalah sebuah rangkaian impedansi dimana unsur – unsur kapasitif dan induktif berhubungan dengan konstruksi fisik transformator. Perubahan – perubahan dalam frekuensi respons terukur dalam teknik SFRA yang mengindikasikan perubahan fisik dalam suatu transformator yang harus diidentifikasi dan diinvestigasi.

Banyak ya ternyata jenis-jenis cara pengukuran transformator ini maka anda perlu menggunakan Jasa Perawatan Trafo bisa anda lihat pada Sewatama.